Sawarna Banten

Perjalanan dari Tangerang ke Sawarna dengan memakan waktu kurang lebih 9 jam dengan menggunakan kendaraan roda 4 yang ditempuh pada waktu malam. Penggunaan roda 2 dari wilayah sekitar Jakarta untuk ke Sawarna atau sebaliknya, baiknya ditempuh hanya waktu pagi dan siang hari karena jalan yang ditempuh akan sangat berbahaya pada malam hari. Jalur ke Sawarna dapat ditempuh lebih dekat dan enak dengan rute Tangerang – Ciawi – Sukabumi – Pelabuhan Ratu – Bayah daripada dengan rute yang lain (Tangerang – Balaraja – Rangkasbitung – Malingping – Bayah).

Sawarna Banten menyimpan banyak spot eksotis yang membuat asik mata pengunjung. Untuk masuk ke desanya saja dari arah Pelabuhan Ratu, perlu melewati tanjakan turunan beberapa kali dan itu cukup ekstrim. Setelah sampai, keramaian mulai tercium ditambah mulai terlihatnya warung dan toko waralaba. Sudah terasa bahwa ada samudera yang bersembunyi diseberang sungai yang memisahkan jalan utama untuk kendaraan dengan jalan menuju pantai.

Bagi pecinta petualangan gua / caving, ada Goa Lalay yang dekat dengan lokasi persawahan di sebelah Timur Sawarna. Akses ke Goa ini bisa lewat pemukiman penduduk lalu menyeberangi sungai menuju persawahan dan kebun. Ekstra hati-hati dan jangan lupa berdoa adalah kunci utama keselamatan disini karena untuk menyeberangi sungainya harus berhadapan dengan aliran air langsung bukan dengan jembatan dan jika anda beruntung, maka biawak, ular kobra, atau “gabus ngambang” bisa anda lihat di sungai atau sekitar sawah. Sampai percabangan jalan anda harusnya melihat makam dan Gunung Tangkil yang menandakan lokasi goa tidak jauh lagi. Ambil jalan yang akan membawamu ke penyewaan senter dan helm. Kalau memang niat menjelajahi goa sampai jauh bawalah senter LED jenis sorot dan alas kaki yang OK yang dijamin bakal ngebantu banget di dalam goa untuk menghadapi musuh yang menanti dikegelapan.

Kondisi dalam goa adalah gelap tanpa sinyal sama sekali, lembab dan basah. Kamu mungkin tidak akan menemui “gabus ngambang” disini, namun medusa, kalajengking, ular, atau invisible gollum yang sudah memakai cincin, bisa saja menantimu 🙂 Masuklah paling tidak 5 orang dengan pemandu salah satunya. Hati-hati dan sopanlah sebagai tamu yang baik jika sudah di dalam. Guide kami , orang asli Sawarna yang umurnya 70 tahun, mengaku tidak pernah dan tidak berani masuk ke dalam goa, sehingga hanya mengantar sampai mulut goa.

Lagoon Pari terletak sekitar 3 kilometer dari Goa Lalay yang menyuguhkan pemandangan yang ngagetin. Perjalanan dari Goa Lalay disuguhkan dengan medan menanjak ke atas Bukit dan hutan yang curam sehingga mustahil tidak keringetan, lalu tiba-tiba dihadapkan oleh lautan biru yang kelihatan seger padahal asin. Sungguh transisi pemandangan yang bagus.

Kondisi pantai Lagoon Pari masih bersih, sepi, dan berpasir putih dengan penjual kelapa, makanan, dan minuman. Pemandangan sekeliling luar biasa bagus. Terlihat juga spot Karang Taraje dari pantai ini dengan jelas untuk diabadikan. Pantai ini adalah lokasi tercocok untuk mengejar sunrise. Kamu mungkin tidak akan bertemu dengan penghuni Goa Lalay disini, namun lautan lepas disini tetap membutuhkan sikap hati-hati dan sopan santun. Ombaknya kuat menarik orang menjauhi pantai dan dihempaskan lagi ke pantai atau malah ditarik ke tengah laut. Jika beruntung, terkadang laut memberikan souvenir dari tengah laut yang diantarkan langsung ke arahmu melalui perantara ombak. Terserah mau diambil atau dibiarkan saja.

Arah selanjutnya adalah arah menuju barat yang bisa dilalui dengan berjalan kaki menyusuri bibir pantai yang diteruskan dengan menaiki bukit dan hutan kecil dengan jarak kira-kira 4 km dengan berjalan kaki, Tanjung Layar sudah menanti. Apabila sudah menemukan jalan yang dihiasi  block paving setelah turun dari bukit, berarti spot berikutnya sudah dekat. Ambil jalan ke kiri dan lurus terus melewati banyak pedagang, warung, dan pondok istirahat untuk mencapai Tanjung Layar. Tempat ini menjadi pusat perhatian Sawarna karena terdapat banyak jajanan, wisatawan, dan tulisan “Tanjung Layar” yang cukup besar. Spot ini memiliki simbol berupa 2 bukit besar di atas karang yang dihempas air laut.  Laut bisa pasang mendadak dan menyapu semua yang sedang berfoto di atas karang, berhati-hatilah !

Perjalanan kembali ke penginapan / pulang dari tanjung layar dapat dilakukan dengan menyusur block paving lurus terus langsung ke arah sungai atau jembatan penyeberangan (Naik ke atas bukit untuk kembali ke wilayah Lagoon Pari). Saat perjalanan pulang, akan terlihat Pantai Ciantir dari paving block. Disini mulai terlihat warung makanan enak dan murah yang menjual ayam, udang, sotong, dan kangkung. Sunset pada sawarna bisa dilihat di Pantai Ciantir dan Tanjung Layar.

Menjelajahi alam Sawarna membutuhkan fisik yang kuat dan kemampuan untuk menyatu dengan alam serta penduduk sekitar. Jarak yang ditempuh untuk berkeliling tempat ini dengan berjalan kaki adalah kurang lebih sekitar 25 km dan paling tidak butuh waktu 3 hari 2 malam untuk menikmati keindahan di semua spot

Thanks and warmest regards 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Pollock of Light

Twitter: @lluisbusse

Slate Agency

Talent Search

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

%d bloggers like this: