Monthly Archives: November 2012

VHDL (VHSIC Hardware Description Language)

VHDL (VHSIC Hardware Description Language) digunakan untuk mendeskripsikan dan mem-verifikasi desain suatu sistem. Programmable logic devices (PLD) digunakan untuk implementasi hardware. Untuk memproses dari deskripsi sistem pada VHDL untuk realisasi pada PLD membutuhkan penggunaan sejumlah software CAE (Computer-Aided Engineering). Lalu dalam VHDL terdapat singkatan lagi yaitu VHSIC yang artinya Very High Speed Integrated Circuit.

VHDL adalah standar bahasa pendeskripsian hardware yang banyak digunakan untuk spesifikasi, pemodelan, desain, dan pensimulasian sistem digital. Kita dapat menggunakan VHDL untuk mendeskripsikan sistem secara struktural atau behavioral (istilah dalam VHDL, kalau diartiin ke Indonesia yaitu perilaku) pada beberapa level abstraksi berbeda. VHDL membantu kita agar dengan mudah mendesain sistem yang kompleks dan besar.. Bisa dibayangkan tanpa VHDL kita harus mendesain suatu gambar skematik di kertas atau komputer untuk suatu sistem yang benar-benar rumit, otomatis bisa memerlukan banyak space dan page.

Deskripsi sistem dapat secara fungsional disimulasikan untuk mem-verifikasi kebenaran dari kodingnya. Keuntungan dari penggunaan VHDL adalah testbench, yaitu deskripsi urutan input dan respon yang diperlukan untuk mengendalikan simulasi sistem. Testbench ini dapat juga ditulis dengan VHDL.

Merubah tampilan Gnome Shell dengan Kreasi (Panel)

Tidak bisa dipungkiri bahwa saya menyukai tampilan Gnome versi 3.xx, dibandingkan unity pada ubuntu. Setelah upgrade ke versi 11.10 saya menambah desktop Ubuntu saya dengan Gnome 3.xx.

Pada upgrade Gnome 3.xx untuk kesekian kalinya, saya baru mengetahui bagaimana cara merubah tampilan Gnome 3.xx tersebut dengan kreasi sendiri, tepatnya pada saat sudah upgrade ke Gnome 3.6 yang otomatis terupgrade apabila mengupgrade Ubuntu 12.04 (precise) ke Ubuntu 12.10 (Quantal).

Anggaplah kita sudah memiliki gnome 3.xx, maka berikut adalah hal yang saya lakukan untuk merubah desktop gnome seenak jidat saya (walau masih banyak yang belum tahu) :

  1. Buka terminal pada ubuntu, ketikkan “sudo nautilus” (tanpa petik), kalau diminta password yaaaa masukin password ubuntunya
  2. Setelah nautilus terbuka. buka direktori (folder) /usr/share/gnome-shell/themes pada file system root
  3. Setelah buka direktori theme akan terlihat beberapa file berekstensi svg dan png. Pada kumpulan ekstensi tersebut ada satu ekstensi lagi selain png dan svg yang biasanya cuma ada satu file yang memiliki ekstensi ini. Nama filenya adalah “gnome-shell.css
  4. Buka file gnome-shell.css, boleh dibuka dengan aplikasi pengolah teks seperti gedit atau libre office, tetapi saya tidak anjurkan. Paling enak dibukanya menggunakan aplikasi programming geany. Benar-benar enak aplikasi Geany untuk mengedit kode css ini karena ya memang software untuk pemrograman. Kalau yang masih awam dengan css pasti sedikit susah ngertinya kalau pakai gedit atau libre.
  5. Saatnya mengedit css, inilah yang menjadi sumber kekuatan tampilan gnome-shell.
  6. Untuk merubah warna dan tampilan panel (taskbar ubuntu yang ada di atas desktop) bisa kita konfigurasikan panelnya. Cari saja di css tersebut bagian panel. Biasanya dikode yang dicomment (/* sampai */) menandakan bahwa kode sudah memasuki bagian konfigurasi apa, nah cari /*panel*/
  7. Lihat kode css-nya (teks setelah tanda //, adalah penjelasan)    Read the rest of this entry

Mencoba WordPress

Sejak tahun 2009, mencoba nge-blog, kebetulan saya suka menulis-nulis dan menceritakan pengalaman saya dengan orang lain. Sejak saat itulah saya kenal Blogger dan WordPress. Hanya baru dua buah website yang saya tahu bisa digunakan untuk nge-blog gratisan. Pertama kalinya mencoba Blogger sebagai media curhat dadakan kalau sedang tidak ada kerjaan dan iseng. Daripada ngelamun yang bukan-bukan, menghayal, dan main game tidak berhenti-henti, yah ada setidaknya kita menceritakan pengalaman kita dengan orang lain alias berinteraksi lewat blog. Maklum saya ini orang yang mudah kesepian kalau di rumah, tapi bisa jadi seperti orang stress kalau ada di luar rumah.

Alamat Blogger saya adalah www.beandimas.blogspot.com dibuat tahun 2009 yang bisa diakses juga dengan www.beandimas.co.cc. Di blog tersebut kebanyakan memposting tentang curhatan dan teknologi yang saya tahu, itu juga seperti blog niat ga niat karena kalau sudah banyak kesibukan dan tidak nge-blog dalam waktu lama rasanya malas sekali, sehingga postingan di blog tersebut tidak seberapa banyak.

Nah, di bulan November 2012 ini akhirnya saya ingin mencoba ngeblog di WordPress. Apa ada perbedaan dan “gregetnya” (seperti kata Mad Dog di film The Raid) sehingga saya bisa rajin nge-blog :-D. Jadi saya beralih ke WordPress itu bukan karena ada tugas mata kuliah atau disarankan orang, tapi hanya mau mencoba.

Semoga dengan pengalaman, pengetahuan, dan tips-tips saya dapat membantu saya serta pembaca untuk menyelesaikan kuliah dengan baik sehingga tidak satu koma terus IPK-nya (curhat). Ga nyambung yah, tapi yah udah deh emang itu yang lagi di otak saya.

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Pollock of Light

Twitter: @lluisbusse

Slate Agency

Talent Search

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer