Kendi

Kendi

Kendi, yang bisa dipanggil ‘kuning’ atau ‘firefox’, akhirnya mati pada hari Minggu tanggal 17 Agustus 2014. Kehilangan yang sangat mengagetkan dari sosok kucing ini mengingat dia tampak sehat, selama kurang lebih 1 bulan setelah dia sembuh dari penyakit flu-nya.

Semasa hidupnya, Kendi suka melakukan raungan-raungan serta desahan kecil untuk menandakan dia minta dimanja atau sedang minta makanan. Suaranya memang lebih mirip raungan anjing atau desahan dibandingkan dengan suara mengeong. Ekornya yang sambil tegang lurus ke atas, sangat lucu dengan kombinasi kepalanya yang menyundul-nyundul badan kami, keluarganya.

Kucing ini rajin mengantarkan ibu saya membeli ikan dan bahan masakan setiap pagi ke penjual daging dan sayuran. Dia merupakan kucing yang paling berani berjalan jauh diantara saudara-saudaranya, saat mengantarkan ibu saya tiap pagi. Gayanya yang kalem dan tidak pernah mencari ribut dengan kucing lain, sangat tidak berbanding dengan kukunya yang paling tajam serta panjang dibandingkan saudara-saudaranya. Kucing ini benar-benar kucing teladan karena sangat menjaga saudara perempuannya di waktu dia sehat. Dia tidak pernah mencoba untuk menggoda apalagi incest dengan saudaranya.

Di waktu ajalnya semakin dekat, kendi sempat sempoyongan dan tergeletak di lantai. Saya yang baru tiba di rumah pada Minggu dini hari, cukup kaget disambut bapak yang langsung mengadukan kondisi Kendi, padahal Sabtu malam sebelum saya pergi, Kendi dan Gogel sempat mengantarkan saya ke depan pagar. Ketika melihat kondisinya sekitar jam 03.00, harapan memang sudah tidak tampak. Saya melihat sakaratul maut Kendi yang makin menjadi ketika dia sadar saya sudah pulang. Nafasnya tampak mencoba untuk kembali bangkit dan menyambut saya dengan desahannya. Detak jantung dan nafasnya menyusut perlahan diiringi beberapa nafas terakhir sebelum badannya benar-benar kaku keseluruhan. Ciuman penutup saya berikan untuk mengakhiri perjumpaan kami.

Flu kucingnya memang sembuh, tapi ternyata terpendam penyakit lain yang tidak terlihat dan tertipu oleh tingkahnya yang nafsu dalam menyambut makanan. Kepergiannnya pada tanggal kemerdekaan Indonesia, tampak menutup keseluruhan penyusunan tugas akhir strata 1 sampai softcover, yang biasanya dihiasi oleh tidurnya di pangkuan saya. Selamat jalan, Kendi

Advertisements

About Dimas

study at

Posted on August 17, 2014, in Pengalaman lain and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Pollock of Light

Twitter: @lluisbusse

Slate Agency

Talent Search

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

%d bloggers like this: