SPLD Line Follower Robot

27052014202

Robot pengikut garis hitam sederhana untuk belajar robot, dengan beberapa fitur :

  1. Simple Programmable Logic Device ATF16V8 Atmel sebagai pengontrol utama (Digital). IC ini menggantikan peran GAL dari Lattice Semiconductor, fungsinya sama, fiturnya sama.
  2. LM339 Quad Comparator
  3. L293D ST microelectronic sebagai motor driver
  4. Trimpod sebagai penyesuai sensor dan sensitivitas
  5. Gearbox beserta motor dan roda dari Tamiya dengan dua mode rasio kecepatan
  6. Modul sensor dengan photo dioda sebagai receiver dan infrared sebagai transmiter
  7. Roda caster Tamiya bulat untuk penopang bagian depan robot yang dapat bergerak kesegala arah.

27052014203 27052014204

Catu daya saat percobaan digunakan baterai lithium-polymer NAL Nanotech 7,4 volt dengan kapasitas 1300 mAH dengan 30C discharge, masih dapat berjalan dengan baik kira-kira selama 30 menit. Catu daya lain yang dicoba adalah adaptor, sebuah AC-to-DC converter dengan tegangan 9 Volt, 1000mA ber-merk kenwood, berjalan dengan kecepatan lebih lambat daripada dengan Li-Po.

27052014205

Robot punya beberapa mode pergerakan:

  • Maju
  • Mundur
  • Stop
  • Belok Kanan
  • Belok Kanan Ekstrim
  • Belok Kiri
  • Belok Kiri ekstrim

Robot berjalan dengan baik dengan lintasan selebar 3 cm dan luminasi cahaya yang tidak terlalu besar. Yang perlu diingat adalah robot ini tidak pakai mikrokontroler tapi pakai SPLD (Logic).

Contributor :

  • Hardware, electrical, and logic design : Dimas
  • PLD software, logic design and coding : Michael
  • Concept Assistant and donations : Samuel
  • Battery suplier : Tisna
  • Electronics, mechanics suplier, and advisory¬† : Rudy
Advertisements

About Dimas

study at

Posted on May 30, 2014, in Digital System, Electronics and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. misi mas, itu sensornya kalo diganti pakai LDR apa pengaruhnya? Boleh mnta skemanya g

    Like

    • waduh maaf baru balas.
      LDR sama photodioda sama-sama punya resistansi seperti resistor. Penggunaan LDR ke robot ini berarti sama seperti menggunakan photodioda, cuma LDR itu lebih difokuskan untuk penggunaan pemancar cahaya tampak (berhubungan sama spektrum area panjang gelombang) seperti LED biasa atau lampu. Kalau sumber cahayanya tidak tampak, contohnya dari LED IR (infrared), berarti pasangan yang pas ya photodioda, karena photodioda merespon cahaya dengan gelombang yang tak kasat mata (:-D).

      Like

    • untuk menjaga orisinalitas, mohon maaf ga bisa post atau kirim skema. Terima kasih sudah berkomentar

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Pollock of Light

Twitter: @lluisbusse

Slate Agency

Talent Search

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

%d bloggers like this: