Desktop Environment and User Interface

Desktop Environment, merupakan hal yang flexible, karena sudah banyak sekali jenis-jenisnya. Jaman sekarang kita bekerja dan belajar melalui komputer tentu membutuhkan lingkungan komputer yang sesuai kebutuhan kita. Sedang ingin bergerak cepat di komputer dengan tampilan sederhana tetapi performa oke atau ingin santai dengan tampilan yang memukau mata karena juga ga apa-apa. Semua terserah kita.

Linux, Windows, Mac, dll secara defaultnya sudah memberikan fasilitas lingkungan komputer yang mantap untuk user. Tinggal user memilih apakah tampilan tersebut cocok atau tidak cocok. Saya sendiri walaupun windows 7 / windows 8 secara default user interfacenya (ui) menggunakan aero / metro penuh transparansi dan tiles-tiles warna-warni yang keren dan modern, saya malah menggantinya menjadi classic (seperti jaman windows 98 / ME) yang hasilnya sederhana dengan tema abu-abunya dan tiles-tilesnya berubah hitam putih (high contrast). Lumayan irit resource.

Windows 8 Tile HC on Oracle VBox OpenSuse

Untuk DE (desktop Environment) Linux, yaitu distro Ubuntu, secara default kalau orang baru install akan menampilkan DE Gnome dengan ui (user interface) shell Unity (11.04 – 13.04). Menurut saya, Unity itu bagus kayak windows gitu ada transparan-transparannya, tapi untuk Linux versi 12.10-13.04 banyak makan resource. Dalam kasus saya, komputer saya jadi lambat sedikit. Kalau ditambah conky dan dock, saya gak yakin ui ini bisa dipakai untuk aplikasi virtualbox (windows) dan emulator PSx (Wine).

Selain desktop-shell Unity pada Gnome 3.x juga ada Gnome-Shell. Saya lebih suka Gnome-Shell karena lebih ringan dan menurut saya tampilannya lebih bagus dari unity karena simple tapi kece.

Gnome-Shell

Gnome-Shell

On Action

Untuk menginstall Gnome-Shell sekarang sudah bisa diinstall lewat Ubuntu Software Center. Saya dulu installnya masih lewat terminal saat Ubuntu masih 12.04

Gnome adalah salah satu DE Ubuntu dan OpenSUSE. Bedakan dengan Kubuntu (KDE), Lubuntu (LXDE), dan Xubuntu (XFCE). Gnome sekarang sudah sampai versi 3.8x dan terus berkembang. Saat terinstall Gnome-Shell, ternyata ada 3 ui Gnome yang bisa dipilih pada saat login. Gnome (Gnome-Shell), Gnome Fallback (Compiz), dan Gnome Fallback No effects (Metacity).

OpenSUSE

OpenSUSE

Gnome Fallback yang sekarang berubah nama menjadi Gnome Flashback adalah tampilan yang menyerupai Gnome 2.x dan classic yang menggunakan Compiz Window Manager (WM). Penggunaan Compiz Config Setting Manager (CCSM) akan membuatnya jadi kelebihan effect. CCSM tidak berlaku untuk Gnome-Shell dan bisa menyebabkan crash

Gnome Flashback no Effect sama seperti Gnome Flashback hanya saja tidak menggunakan compiz, tetapi Metacity WM. Jangan berharap setting meriah Compiz Config berlaku disini, karena ini bukan Compiz WM. Saya suka dengan yang satu ini. Simple, tampilannya baik, sangat friendly, cocok untuk pekerjaan berat, dan yang paling penting tidak banyak makan resource. Cocok untuk dijadikan istri.

Flashback no effect tetap saja bagus

Flashback no effect tetap saja bagus walau ringan dan stabil

DE terakhir yang saya gunakan adalah LXDE untuk Ubuntu. Ini menambahkan list pada tampilan login awal kalau menginstall banyak sekaligus DE. Walau saya menggunakan LXDE bukan berarti Ubuntu saya telah berubah menjadi Lubuntu, sama halnya saya mengunakan KDE bukan berarti saya merubah distro Ubuntu menjadi Kubuntu. LXDE dan KDE hanya Desktop Environment dengan bonus aplikasi tambahan. LXDE sangat ringan. Tampilannya seperti windows. LXDE menambahkan 3 pilihan lagi pada list, LXDE, Openbox, atau Gnome Openbox. Openbox juga salah satu WM yang ringan selain Compiz dan Metacity.

LXDE pakai Conky

LXDE pakai Conky

REFERENSI :

http://www.renewablepcs.com/about-linux/kde-gnome-or-xfce

http://en.wikipedia.org/wiki/Desktop_environment

Advertisements

Posted on July 7, 2013, in Gnome, Linux, Sistem Operasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Pollock of Light

Twitter: @lluisbusse

Slate Agency

Talent Search

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

%d bloggers like this: