Perjuangan Menginstall Sistem Operasi (Bagian 3)

Perjuangan berlanjut kepada LFS (Linux From Scratch) yang baru saya dengar ketika dosen Embedded Linux System Development (Bapak Jimmy Linggarjati) memberi tugas untuk membangun Linux dengan LFS ini. Terima kasih kepada beliau yang secara tidak langsung telah mengajarkan saya bahwa pengetahuan saya tentang Linux masih sangat sedikit. LFS sendiri merupakan tahapan-tahapan membangun Linux dari nol, dengan meramu librari, utilitas, dan lainnya. Saya tidak akan terlalu banyak membahas LFS disini karena makna dari yang saya lakukan belum saya dapatkan, karena pada bagian 3 ini LFS belum berhasil saya bangun sama sekali.

Perjalanan dimulai dari mencari PDF-PDF tentang Linux From Scratch di websitenya. Setelah download PDF dan baca-baca sebentar, otak saya kelihatan masih berat meramu kata-katanya. Banyak istilah-istilah disini yang belum saya tahu tentang Linux. Sinting juga dipikir-pikir kenapa saya bisa cepat puas dengan apa yang saya mengerti tentang Linux sebelumnya dan sekarang ada yang saya tidak tahu (dunia komputer itu luas). Setelah browse di situs LFS, ketemu beberapa lumbung (repository) untuk download .TAR-nya (abis di download ga tau mesti diapain) dan juga ada LiveCD LFS-nya, (kaya Linux-linux lainnya). Langsung dicobalah .ISO dari LiveCD itu di vb dan hasilnya layar hitam muncul dengan tulisan-tulisan berbau kernel (bukan ketek atau kornet) dan stack sampai situ. Beberapa tutorial juga sudah saya ikuti tetapi belum ketemu juga pemecahannya.

Screenshot

Layar pembuka saat booting LFS

Berhenti sampai sini, ga lanjut kemana-mana

Berhenti sampai sini, ga lanjut kemana-mana

Belum menyerah search tutorial, ketemu pembahasan bahwa versi terakhir dari LFS LiveCD masih versi jadul. Saya coba cek di reponya dan ternyata file.ISO terbaru update terakhirnya adalah 2007. Itu membuat saya jadi malas. Karena ada beberapa statement juga menyebutkan LFS LiveCD lawas itu tidak bisa mengerjakan LFS versi 7.1 keatas dan yang saya download .TAR-nya adalah LFS 7.2 yang update terakhirnya hampir akhir tahun 2012. Saya jadi kurang nafsu ngerjainnya. Pengen langsung build di Ubuntu atau Suse saya takut kenapa-kenapa nanti.

Ketika dikelas, dosen saya bilang LFS bisa emang di build di vb, nah ada pernyataan di forum yang bilang kalau pakai Ubuntu, Debian, sama Slackware bisa dipake buat bangun LFS. Dicobalah install Ubuntu di vb, dan saat mau konfigurasi shared folder lewat guest addition, ko ga ke share-share file dari host ke guest. Ga tau kenapa liatnya udah males. Kayanya ada salah konfigurasi. Saya remove deh itu Ubuntu dari vb.

Mampir lagi ke Sevel buat download Slackware dan ketemu sama laki-laki mancung berotot di hal atas yang liatin saya. Saya liatin dia balik, terus dia sok-sok ga liat gitu (takutnya gay atau penjahat lho). Balik ke Slackware. Jalan downloadan slackware udah 400mb, tiba-tiba downloadannya korup dan harus download dari ulang. Kesal juga ini, kalau download file ukuran gede tiba-tiba rusak ditengah jalan.

Saya frustasi kemudian ngeliat bawah bangku saya dan tiba-tiba ada belalang sama kupu-kupu kesurupan terbang-terbang berputar ke badan saya. Saya makin ill feel ngeliat serangga brutal macam gitu (apalagi saya geli dengan kupu-kupu berbentuk ngengat besar hitam gitu). Ganggu konsentrasi. Saya berusaha serius dengan layar laptop. Cobain untuk download Debian dengan cari-cari .ISO kecil, akhirnya ketemu. Ukurannya cuma 170 megabyte tapi nanti pas penginstallan butuh koneksi internet (network Install istilahnya). Alhasil, file selesai didownload (wong ukurannya kecil). Jalanin .ISO di vb, trus  installasi dimulai, dan installasi selesai, lalu desktopnya ga tampil (layar konsol). Coba ketikin sudo service gdm start tapi sepertinya bukan command yang tepat.

Baiklah saatnya saya pulang karena sudah cukup stress dan hampir tengah malam, “lanjutkan lagi besok”, pikir saya. Sebelum pulang saya ngelihat ke meja sebelah kiri saya, dan baru saya sadari ternyata tampak seorang cewek mulus, terpelajar, imut, dewasa, kategori cantik, berhidung mancung terpaku senyum-senyum liat saya (eye-to-eye vision yang membuat saya ga berani lebih dalam memelototinya karena inget pacar saya :-D). Ada apa dengan saya malam ini? Cowok, cewek, bahkan serangga pun terasa aneh gitu dengan saya. Perjuangan terhadap LFS masih belom selesai. Bersambung ….

Advertisements

Posted on January 12, 2013, in Linux, Pengalaman lain and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Pollock of Light

Twitter: @lluisbusse

Slate Agency

Talent Search

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

%d bloggers like this: