HATI-HATI BERCERITA

Terkadang, kita sebagai manusia suka sekali berbagi kisah, memaparkan, dan atau menjelaskan sesuatu yang terkait masalah kehidupan kita atau orang lain. Tapi sadarkah kita akan apa yang kita ceritakan bisa menjadi bumerang atau masalah yang lebih kompleks daripada sebelum bercerita.


Mungkin tadinya kita menganggap, dengan kita bercerita kepada orang lain, mereka dapat memberikan saran, bantuan, Iba, belas kasih, dan beberapa omong kosong lainnya. Dan juga kita menganggap dengan kita bercerita perasaan tidak nyaman yang kita rasakan sendiri, akan ikut dirasakan orang lain, sehingga kita puas menceritakan uneg-uneg tersebut. Tapihal itu tidaklah benar 100%.

Dari pengalaman saya dan teman-teman saya sendiri yang pernah menceritakan hal-hal menarik, masalah, dan sebagainya, entah dengan teman baik, pacar, saudara, bahkan orang tua sekalipun, tidak semua dari cerita yang mereka ceritakan tidak bocor atau tidak terdengar oleh orang lain. Mereka yang tahu akan cerita kita pasti suatu saat akan menceritakan pengalamannya sendiri kepada orang lain, dan dari situ, cerita-cerita atau pengalaman seseorang yang pernah didengar akan ikut dibicarakan olehnya. Hal ini sebenarnya wajar-wajar saja dilakukan orang.Tapi harus sadar diri juga dong! Kalau yang diceritaiin pengalaman yang baik-baik dan menyenangkan lalu bocor ke telinga orang lain sih gpp, tapi kalau yang diceritakan berhubungan dengan skandal, masalah, dan pribadi orang lain, apalagi ditambah-tambahin atau nge-gosip, ya sama juga fitnah namanya.

Hal ini juga terkait dari bagaimana si Pencerita menahan dirinya untuk bercerita. Terlebih harus tahu sebesar apa masalah yang ia ceritakan dan dengan siapa dia bercerita. Banyak orang bercerita kepada orang yang baru dikenal tentang masalah pribadinya tapi tidak sampai ke telinga orang lain, tapi justru sebaliknya. Ketika orang menceritakan pengalaman dan msalah hidupnya kepada orang yang telah lama dia kenal seperti ayahnya sendiri, pacar, sahabat yang sudah 10 tahun bersama, atau suami sendiri, malah bocor ceritanya. Wew…parah. Jadi apa yang harus kita lakukan kalau begini. Ini sih namanya udah kelewatan. Masa ada pacar (cowok) yang bilang ke temen-temen kalau pacarnya sudah tidak perawan olehnya. Atau pacar (cewek) yang bilang ke temen cowoknya, kalau cowoknya itu pernah bercerita kalau dirinya (si cowok) mengidap penyakit HIV AIDS. Gawat itu.

Parahnya lagi, tidak sedikit juga orang tua membicarakan anaknya di depan orang lain atau saudara tentang nilainya yang jelek, sifatnya yang malas ketika di rumah, dll.Wah..kok orang tua bisa begitu yah. Et…santai! Yah mau orangtua omongin apa tentang anaknya, mereka bertanggung jawab akan apa yang akan terjadi oleh anaknya apabila berita tersebut tersebar. Mereka juga menafkahidan menghidupi anak mereka secara ikhlas dan tidak meminta apa yang mereka pernah beri ke kita. Yah…wajarlah kalau mereka bercerita kepada orang lain tentang sifat-sifat anda di rumah atau lainnya, mungkin para orang tua tidak kuat melihat kenakalan anda di rumah dan ingin minta saran. Hahahahahahaha. Asal orang tuanya benar, bertanggung jawab, sayang, terhadap anak-anaknya sih gpp. Kalau tidak punya tanggung jawab sama sekali…orang tua seperti inilah yang patut di persalahkan, siapa yang suruh buat anak kalau tidak punya modal (harta, kasih sayang, wibawa, dll).

Hmmm….Tapi ya memang begitulah manusia. Setanlah yang membuat mereka membuka rahasia-rahasia orang lain yang semestinya tidak diketahui oranglain. wakakakaka. Ditambah naluri manusia yang sebenarnya itu tidak bisa hidup sendiri. Jangan juga menilai kalau mulut wanita lebih banyak omong dan berbahaya mulutnya ketimbang pria. Malah, terkadang pria itu lebih banyak bercerita, omong kosong, dan berbahaya mulutnya ketimbang wanita (bisa buat nyiumin wanita juga…bahaya ini. Hahahahaha).

Oleh karena itu, menurut saya berhati-hatilah kalau ingin menceritakan sesuatu. Memang awalnya puas ngeluarin uneg-uneg dan berbagi pengalaman, tapi ujung-ujungnya malah bisa berbahaya. Tunjuklah 1-2 orang yang pas, dipercaya, nyaman, dan terbukti tidak pernah nyerocos ke orang-orang tentang cerita yang pernah kita ceritakan. Orang tua…itu pilihan yang baik. Yah seenggaknya orang tua akan memberikan saran kalau kita butuh saran dan mereka tidak akan menenggelamkan anak-anak mereka (kalau masih waras yah, orang tua yang gila saja, terkadang masih menyimpan rahasia anaknya dengan baik) dengan mencritakan masalah pribadi anak-anaknya yang super secret pada orang lain.

Demikian blog yang saya buat. Semoga berguna, dan selamat bercerita. (jangan ngerumpi yah. Ingat waktu adalah uang). Postingan selanjutnya akan diupload di lain waktu.
Advertisements

About Dimas

study at

Posted on January 13, 2010, in Pengalaman lain. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Pollock of Light

Twitter: @lluisbusse

Slate Agency

Talent Search

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

%d bloggers like this: